Labels

Sabtu, 26 Juli 2014

Phoenix: Half Myth, Half Legend, Half Truth

Hay :D udah lama nih ga nulis disini. Gw susah nyari inspirasi mw nulis apaan. Akhirnya setelah beberapa tahun vakum, akhirnya gw dapet inspirasi dari my fave movie on my childhood, Harry Potter. Who doesn't know about the boy who lived? Setelah belasan kali nonton film ini (emang ga pernah bosen ya, terutama chamber of secret sama the deathly hallows), gw terpesona dengan sosok burung peliharaan Dumbledore yang berasal dari mitos Yunani. Yap, Phoenix. Burung ini tuh melambangkan immortality. Bayangin aja dia bisa hidup 500 hingga ribuan tahun, ada juga yg bilang dia hidup nyampe 97.000 thn. Kemudian dimasa tuanya, burung ini akan mambakar dirinya sendiri, and then reborn from the ashes. Keren kan? Gilaaa, udah hidup
belasan abad, dan bisa reborn pula. Ini sebabnya burung ini melambangkan keabadian dan kebangkitan. BTW, burung ini memiliki warna merah keemasan emas.

Dan ternyata, burung ini tidak hanya muncul di mitos Yunani saja. Tetapi juga ada di mitos-mitos Mesir kuno (Bennu), Jepang (Fushicho), Cina (Fenghuang), Rusia (Zhar-Ptitsa), dan Persia. Paruhnya seperti paruh elang, sehingga bisa dipastikan bahwa hewan ini karnivora. Memiliki sayap yang cukup lebar membuatnya berkemampuan untuk terbang lebih tinggi dari elang. Beberapa sumber mengatakan bahwa burung ini tinggal di tempat-tempat terpanas di dataran tinggi Afrika yang mustahil didatangi manusia. 

Bila dikatakan sebagai mitos semata. Bagaimana mungkin mitos bisa memiliki karakteristik yang sama diberbagai negara yang terpisah cukup jauh? Bila dikatakan hanya legenda. Yap, bisa jadi, karena burung ini pernah dijadikan lambang di Romawi dan Yunani pada abad pertengahan, tetapi tidak ada penjelasan lebih lanjut mengenai hal ini. Real? I don't think so. Berbagai penelitian telah dilakukan untuk menyelidiki keberadaan burung ini. Tapi hasilnya masih nihil. Mungkin manusia belum cukup pintar untuk menemukannya. Menurut gw, Phoenix itu bukan mitos ataupun legenda. Half myth, half legend, half reality. We're just trying to figure it out. Because this world has more than you know.

0 comment:

Posting Komentar